Latar Belakang Hari Danau Dunia
Penetapan Hari Danau Dunia merupakan bagian dari upaya
diplomasi lingkungan yang diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia. Gagasan
mengenai pentingnya penyelamatan danau dunia pertama kali disampaikan melalui High-Level
Panel “Urgent Call to Save Our Lakes” pada 10th World
Water Forum di Bali, 21 Mei 2024.
Inisiatif tersebut kemudian dilanjutkan melalui pengajuan Draft Resolution A/79/L.39 di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York. Upaya tersebut mencapai tonggak bersejarah ketika Resolusi A/RES/79/142, yang menetapkan 27 Agustus sebagai Hari Danau Dunia, diadopsi secara konsensus oleh 193 negara anggota PBB pada 12 Desember 2024.
Kementerian Pariwisata melalui BPODT berkolaborasi
dengan Kemenbud, KemenLH, Pemprov Sumut, BI, RKI, serta pemangku kepentingan
terkait dan para kolaborator. Festival tersebut akan berlangsung pada 27
Agustus hingga 6 September 2026 di Toba Caldera Resort, Kabupaten Toba,
Sumatera Utara.
Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga
kelestarian dan keberlanjutan ekosistem danau, sekaligus memperkuat kolaborasi
lintas sektor dalam menempatkan danau sebagai bagian strategis dari kehidupan
masyarakat, pelestarian lingkungan, pengembangan budaya, serta pembangunan
pariwisata yang berkelanjutan.
Di Danau Toba, momentum global tersebut dirayakan
melalui The Kaldera Festival 2026 dengan menghadirkan rangkaian
kegiatan yang mempertemukan budaya, seni, musik, kreativitas, pariwisata, serta
kepedulian terhadap lingkungan.
Festival ini menjadi ruang perjumpaan berbagai
pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi sekaligus memperkenalkan
kekayaan Danau Toba kepada masyarakat Indonesia dan dunia.
Lebih dari sekadar perayaan, The Kaldera Festival
2026 menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem
pariwisata Danau Toba melalui seni, budaya, dan berbagai peluang kemitraan di
tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui The Kaldera Festival 2026, kami ingin
memperkenalkan Toba Caldera UNESCO Global Geopark ke panggung yang lebih luas,
sekaligus mempromosikan kekayaan alam, budaya, dan potensi pariwisata Danau
Toba. Semangat Rooted in Toba, Bringing People Together menjadi wujud bagaimana
identitas dan kekayaan Toba dapat menjadi ruang perjumpaan, kolaborasi, pengalaman
bersama yang mempertemukan masyarakat, komunitas, generasi muda, pelaku
pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga wisatawan dari berbagai daerah,” ungkap Plt.
Direktur Utama BPODT, Arditama Nusantara Putra.
Dengan semangat “Rooted in Toba, Bringing People
Together”, The Kaldera Festival 2026 membawa pesan bahwa merayakan Danau
Toba bukan hanya tentang menikmati keindahannya, tetapi juga tentang mengenal,
menjaga, dan membangun masa depannya bersama.
Tinggalkan Komentar